KIMIA UNSUR : GAS MULIA YANG STABIL

Heboh Negara Argentina Karena Xenat Runtuh.Berita bohongkah? Emang bohong. Tapi kalimat itu bisa mengingatkan kita pada unsur-unsur gas mulia yang kabarnya hobi berdiri sendiri karena stabil. Unsur2 itu antara lain : helium (He), Neon (Ne), Argon (Ar), Kripton (Kr), Xenon (Xe), dan Radon (Rn).


1. Sejarah- sejarah gas mulia

Pada tahun 1785 Cavendish menemukan sebagian kecil bagian udara (kurang dari 1/200 bagian) sama sekali tidak bereaksi meskipun reaksi tersebut melibatkan gas-gas atmosfer. Berikutnya pada tahun 1894, Ray Leigh dan Ramsay berhasil memisahkan salah satu gas mulia di atmosfer dan disebut argon. Helium ditemukan spektrumnya dari sinar matahari berupa garis kuning oleh Lockyer, lalu pada tahun 1895 Ramsay dapat mengisolasi Helium.

Segera setelah itu ditemukan neon dan xenon. Kripton ditemukan pada tahun 1898, kemudian radon menyusul pada tahun 1900. Unsur radon ini diketahui bersifat radioaktif. Di udara unsur gas mulia terbanyak adalah radon, sedangkan unsur gas mulia terbanyak di alam semesta adalah helium (pada bintang-bintang)

2. Sifat-sifat gas mulia

Gas mulia memiliki titik didih dan titik leleh yang sangat rendah, oleh karena itu di alam gas mulia berwujud gas. Gas mulia tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa.

Berdasarkan jari-jari atom, gas mulia seharusnya Paling reaktif menangkap elektron. Namun, pada kenyataannya golongan gas mulia sangat sulit bereaksi. Di alam unsur ini kebanyakan ditemukan sebagai gas monoatomik. Hal ini dikarenakan konfigurasi elektronnya yang memenuhi kulit terluar sehingga menjadi stabil.

Kereaktifan gas mulia akan bertambah seiring dengan bertambahnya nomor atom. Bertambahnya nomor atom akan menambah jari-jari atom pula. Hal ini mengakibatkan gaya tarik inti atom terhadap elektron terluar berkurang, sehingga lebih mudah melepaskan diri dan ditangkap zat lain. Sampai saat ini, senyawa gas mulia yang sudah dapat bereaksi dengan zat lain adalah xenon dan kripton, sedangkan helium, neon, dan argon masih sangat stabil.

Menurut percobaan yang dilakukan Neil Bartlett dan Lohmann, gas mulia hanya dapat bereaksi dengan unsur Oksigen (O) dan Fosfor (F). Senyawa gas mulia yang ditemukan pertama kali adalah XePtF6.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar